Rabu, 30 November 2011

Untukmu (calon) Suamiku...

Bismillah….

Wahai seseorang yang telah tertulis dalam lauhul mahfudz-ku, imamku dan ayah dari anak-anakku, engkau yang membersamai perjalananku nanti…
Apakah yang sedang kau lakukan di sana?
Aku percaya kau sedang memperbaiki dirimu, memantaskan dirimu tuk menjadi imam bagi tulang rusukmu dan buah hatimu kelak…
Aku percaya kau sedang menempa dirimu dalam beribu cobaan dengan menelantarkan dirimu sendiri pada medan dakwah dan problematika ummat… mencampakkan jauh egomu, membaktikan dirimu tuk ummat…
Aku percaya kau sedang mengkaji, kau sedang belajar, belajar ilmu dunia terutama ilmu akhirat, yang akan kau gunakan dalam mendidikku dan buah hati kita nanti…
Aku percaya Quran selalu ada dalam hatimu, selalu terucap dari bibirmu dan dzikir slalu melantun menemani langkah jihadmu…
Aku percaya kau sedang menundukkan pandanganmu, menjaga hatimu dan mencampakkan hawa nafsumu…
Aku percaya kau sudah merancang hidupmu, hidup kita, keluarga kita, nantinya juga untuk dakwah, untuk ummat, dan hanya karnaNya…
Aku percaya, kau sedang memantaskan diri dan terus memperbaiki diri di sana, di belahan bumi manapun kau berada…
Aku pun begitu sayang…
Aku sedang belajar… belajar menempa diri, menjauhkan egoku demi ummat, membaktikan diriku untuk orang lain, agar baktiku padamu pun sempurna…
Aku sedang belajar, meniti dakwahku, meniti cita-cita duniaku, meniti cita-cita akhiratku, agar kelak keluarga Islami dan kluarga Qur’ani yang aq inginkan nanti dapat kubangun bersamamu… karna kau tahu? meskipun kau imamku, ibu adalah madrasah pertama bagi mujahidah kecilnya nanti…
Aku sedang belajar menjaga diri, menjaga pandangan dan hatiku, agar ketika kau memiliki hati ini, hati ini masih utuh sempurna hanya untukmu…
Aku sedang menempa diri, untuk menjadi seorang Khadijah untukmu, yang menjadi tempatmu membagi resah… seseorang yang kau datang padanya, saat kau tak tahu lagi akan datang pada siapa… seseorang yang menguatkanmu dan menggenggam slalu tanganmu dalam perjalanan jihadmu…
Akupun ingin menjadi ‘Aisyahmu, seorang yang membuatmu tersenyum dan kembali ceria saat penatmu mulai datang, seorang yang menyerap ilmu darimu dengan sempurna dan membenarkan apa-apa yang salah dalam lakumu, seseorang yang mencintaimu dengan cemburunya, namun kau rasakan sakitnya, saat ia tersakiti, hingga kau katakan pada yang lain “janganlah kau sakiti aku dengan cara menyakti ‘Aisyah”…
Aku ingin menjadi Fatimah, yang tak kau bagi cintamu pada yang lain.. bukan karna aku tak percaya kau tidak dapat berlaku adil, tapi karna aku ingin mencintaimu dengan sempurna, tanpa diganggu oleh cemburuku, itu saja…
Tak kalah lagi, aku ingin menjadi seperti ibunda hajar, yang tak gentar saat kau tinggalkan di padang pasir tandus dengan seorang bayi mungil dipelukan.. tak takut akan kehilanganmu, karna keyakinanku pada Rabbku lebih besar daripada yakinku padamu… cintaku padamu, tak akan mengalahkan cintaku pada Rabbku…
Usahaku ini tidak mudah sayang, begitupun usahamu…kuyakin itu…
Maka tetaplah dalam jihadmu…tetaplah dalam usahamu…tetaplah dalam ikhtiarmu… aku yakin kau kuat di sana, dan doakanlah agar akupun kuat di sini dalam jihad dan ikhtiarku…bawalah aku dalam tiap doa dan sujudmu, kumohon… karna doa yang dapat menolongku…
Hingga saatnya, kita bertemu dalam ikatan suci menyempurnakan separuh dien… dan kita akan melanjutkan jihad kita bersama…
Dan nanti…terimalah aku apa adanya jika aku belum bsa mejadi khadijahmu, ‘aisyahmu atau bahkan menjadi seperti ibunda hajar… tapi bimbinglah aku menjadi seperti mereka… dan kita bimbing bersama mujahid muda kita nanti tuk melanjutkan estafet perjuangan dakwah ini…
Teruntukmu yang ada di sana, kuatlah…dan bersabarlah…
Bawalah aku dalam doa dan sujudmu, agar cinta kita nanti, hanya karnaNya…aamiin…

Membangun Masa Depan

Hari ini adalah saat kita menanam benih, dan masa depan adalah waktu untuk memanen. Karena itu, siapapun yang ingin tahu masa depannya, maka lihatlah apa yang dilakukannya sekarang.

Orang paling rugi di dunia ini adalah orang yang diberikan modal, tapi modal itu ia hamburkan sia-sia. Dan, modal termahal dalam hidup adalah waktu. Dalam QS Al-'Asher [103] ayat 1-3, Allah SWT berfirman bahwa untung ruginya manusia dapat diukur dari sikapnya terhadap waktu. Kalau ia berani menghamburkan waktunya, maka ia tergolong orang yang menyia-nyiakan kehidupan. Demi masa. Sesungguhnya manusia itu benar-benar berada dalam kerugian, kecuali orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh dan nasihat menasihati supaya menaati kebenaran dan nasihat menasihati supaya menetapi kesabaran.

Ada tiga jenis waktu. Pertama, masa lalu. Ia sudah lewat, sehingga ada di luar kontrol kita. Banyak orang sengsara hari ini gara-gara masa lalunya yang memalukan. Karena itu, kita harus selalu waspada jangan sampai masa lalu merusak hari kita. Kedua, masa depan. Kita sering panik menghadapi masa depan. Tanah kian mahal, pekerjaan semakin sulit, dan lainnya. Walau demikian, masa lalu dan masa depan kuncinya adalah hari ini. Inilah bentuk waktu yang ketiga.

Seburuk apa pun masa lalu kita, kalau hari ini kita benar-benar bertaubat dan memperbaiki diri, insya Allah semua keburukan itu akan terhapuskan. Demikian pula dengan masa datang. Maka sungguh mengherankan melihat orang yang bercita-cita tapi tidak melakukan apa pun untuk meraihnya. Padahal hari ini adalah saat kita menanam benih, dan masa depan adalah waktu untuk memanen. Karena itu, siapapun yang ingin tahu masa depannya, maka lihatlah apa yang dilakukannya sekarang.

Belajar Menghitung

Saudaraku, kita harus mulai menghitung semua yang kita lakukan. Ucapan kita sekarang adalah sebuah jaminan. Kita bisa terpuruk hanya dengan satu patah kata. Kita pun bisa menuai kemuliaan dengan kata-kata. Uang yang kita dapatkan sekarang adalah tabungan masa depan. Bila kita dapatkan dengan cara tidak halal, niscaya aibnya akan segera kita rasakan.

Karena itu, terlalu bodoh andai kita melakukan hal yang sia-sia. Detik demi detik harus kita tanam sebaik mungkin, karena inilah bibit yang buahnya akan kita petik di masa depan. Kalau kita terbiasa berhati-hati dalam berbicara, dalam bersikap, dalam mengambil keputusan, dalam menjaga pikiran dan hati, maka kapan pun malaikat maut menjemput, kita akan selalu siap. Tapi kalau kita bicara sepuasnya, berpikir sebebasnya, tak usah heran bila saat kematian menjadi saat paling menakutkan.

Menyongsong Masa Depan Cerah

Ada tiga cara agar masa depan kita cerah. Pertama, pastikanlah hari-hari kita menjadi sarana penambah keyakinan pada Allah. Kita tidak akan pernah tenteram dalam hidup kecuali dengan keyakinan pada Allah SWT. Pupuk dari keyakinan adalah ilmu. Orang-orang yang tidak suka menuntut ilmu, maka imannya tidak akan bertambah. Bila iman tidak bertambah, maka hidup pun akan mudah goyah.

Kedua, tiada hari berlalu kecuali jadi amal. Di mana pun kita berada lakukan yang terbaik. Segala sesuatu harus menjadi amal. Dilihat atau tidak dilihat kita jalan terus.

Ketiga, terus melatih diri agar mampu menasihati orang lain dalam kebenaran dan kesabaran, dan terus melatih diri untuk mampu menerima nasihat dalam kebenaran dan kesabaran. Kita akan mampu memberi nasihat, kalau kita senang diberi nasihat. Wallahu a'lam.

Penulis : Aa Gym ( KH. Abdullah Gymnastiar )

Sumber : http://republika.co.id

Tips Menghadirkan Semangat Bekerja

Dalam bekerja kadang tidak selamanya kita bersemangat melakukan apapun aktifitas pekerjaan kita. Rasa jenuh sering kita hadapi bahkan diiringi dengan mengeluh.

Faktor suasana hati adalah yang paling berpengaruh dalam semangat kerja. Ketika Anda berangkat dari rumah dengan suasana hati yang senang, maka setibanya dikantor pun Anda bersemangat bertemu rekan-rekan. Walaupun tidak menutup kemungkinan mungkin di lingkungan tempat Anda bekerja ada rekan kerja yang menyebalkan dan hanya bisa membuat Anda jengkel sepanjang hari.

Beberapa tips dibawah ini bisa membantu Anda untuk mengawali aktifitas kerja dengan senyuman tanpa harus memperdulikan hal-hal yang membuat Anda jengkel tersebut.

  1. Waktu Tidur yang Cukup
    Agar Anda tidak mengalami kelelahan yang membuat semangat kerja menghilang, pastikan tidur Anda cukup dan tidak kurang dari 6 jam. Merasa lelah dan tidak bersemangat dalam melakukan hal apa pun termasuk untuk berangkat bekerja tentunya akan berdampak buruk.
  2. Sempatkan Untuk Sarapan
    Beberapa orang berpendapat bahwa kita boleh mengabaikan makan siang ataupun malam terkecuali sarapan. Sarapan adalah penunjang aktifitas kita nantinya. Dengan energi yang cukup, otomatis semangat Anda untuk memulai aktifitas akan bertambah.
  3. Ciptakan Suasana Nyaman di Lingkungan Kerja
    Antara semangat kerja, prestasi kerja dan lingkungan kerja pastilah berkaitan. Buatlah diri Anda senyaman mungkin bersama rekan-rekan kerja. Saat kekerabatan tercipta, maka rasa nyaman membuat Anda menjadi semangat berada di lingkungan kerja.
  4. Cintai Pekerjaan Anda
    Ketika Anda mencintai sesuatu, maka pastilah Anda bersemangat melakukan apapun terhadap kecintaan Anda itu. Begitupun dalam hal bekerja, nikmatilah pekerjaan hingga hadir kecintaan untuk melakukan pekerjaan itu. Sebab ketika hadir kecintaan terhadap pekerjaan Anda, maka sesulit apapun pekerjaan itu Anda tidak merasa lelah melakukannya. Dengan demikian semangat kerja pun terus bertambah.
  5. Pertahankan Kerja yang Sehat
    Keseimbangan hidup dapat tercipta melalui pekerjaan yang sehat. Anda akan termotivasi bila Anda mencapai kesejahteraan secara menyeluruh. Luangkanlah waktu untuk berolahraga atau menjalankan hobi Anda. Dan kembalikanlah semangat yang hilang akibat stres dalam bekerja dengan refreshing sejenak.
Sekarang, persiapkan diri Anda untuk menempuh hari yang lebih bersemangat sebab hanya orang-orang yang penuh semangatlah yang mampu meraih sukses.

Selasa, 29 November 2011

ABII, aku ingin menikah!!

Abii, amii ingin menikah..
Bukan karena amii ingin melakukan hal yang selama ini dilarang oleh agama, tapi amii ingin menikmati pernikahan itu sendiri.

Amii tau tak mudah untuk menjalani sebuah pernikahan, suatu ikatan erat yang tak bisa dimainkan layaknya orang yang berpacaran. Tapi amii inginkan itu, amii ingin menikmati susahnya menjadi seorang istri, mempunyai anak dan mengurus mereka..amii suka akan hal itu dan amii akan menganggapnya sebagai suatu ibadah karena ada tantangan yang harus amii lalui, disamping menjalankan roda rumah tangga juga berkarir untuk diri amii sendiri.

Bukankah abii tau, amii ingin segera menikah. Abii mau tau alasannya? Karena amii merasa bangga menjadi seorang istri sekaligus menyandang status ibu bagi anak-anak amii, melihat perkembangan mereka dari kecil hingga dewasa menaklukkan rasa penat amii setelah sehari bekerja. Mengurus suami yang sangat amii hormati juga amii cintai, memberikannya limpahan cinta dan ingin selalu tampil cantik didepannya. Itulah yang ingin amii lakukakan.

Amii tau ini gak gampang untuk abii, amii tau banyak hal yang abii fikirkan. Tapi terkadang hal itu hanya sebuah keinginan, dimana manusia tak bisa lepas dari rasa puas. Saat keinginan abii telah tercapai, abii pasti menginginkan hal yang lain lagi.

Abii tau sayang??menikah itu ibadah, dengan menikah abii telah menyempurnakan ibadah abii juga agama abii. Menikah bukanlah hal yang paling manakutkan, setidaknya menurut versi amii, karena semua tak akan berbeda, kecuali hidup bersama dengan kewajiban masing-masing.
Abii masih bisa beraktivitas seperti biasa, yang berbeda hanyalah kurangnya waktu luang abii diluar rumah karena ada seorang istri yang menanti abii dirumah, menyediakan segala hal yang abii perlukan.

Amii bisa membayangkan betapa bahagianya dengan keluarga seperti itu. Tak ada paksaan juga tekanan, karena semua didasari dengan rasa sayang juga kebersamaan.
Amii gak bisa sembarangan memilih calon suami yang akan mendampingi amii seumur hidupku.

Satu hal yang perlu abii tau, selama ini amii juga terjebak dalam dua keadaan yang sangat mengganggu fikiran amii, menikah atau berkarir/menuntut ilmu.
Karena jika amii memilih untuk menikah, maka karir amii tak seperti yang amii inginkan, sementara amii juga ingin sukses dalam berkarir dan menuntut ilmu. Kebanyakan mahasiswa belum menikah, dan waktu yang dibutuhkan untuk menuntut ilmu pun tak sebentar

Tapi hasrat amii ini sangat kuat, banyak pro dan kontra akan keinginanku ini, ada yang memberi amii nasehat untuk menyegerakan pernikahan, ada juga yang menyuruh kami untuk berkarir karena usia kami yang terbilang muda, hanya saja menurut amii, usia amii sudah cukup untuk menikah, walaupun masih banyak yang lebih tua usianya dan belum menikah, tapi amii mengkhawatirkan usia ini. Amii juga mengkhawatirkan kesalahan yang akan amii lakukan dalam menjalin sebuah hubungan yang biasa disebut pacaran.

Menurut amii 1 tahun cukup untuk mengenal karakter masing-masing, dan amii rasa amii telah cukup mengenal abii. Apa fikiran amii ini salah?

Mungkin abii tlah banyak menyusun rencana untuk masa depan kita, amii dukung semua itu, tapi amii tak mau terlalu berencana bii, karena terlalu sakit klo semua itu tak seperti yang kita harapkan, bukankah kita lebih mantap menyusun rencana saat kita sudah menikah? Menyatukan untuk satu tujuan, apa apa saja yang ingin kita raih dan kita miliki.
mungkin banyak hal yang terfikir dikepala abii, seperti memiliki sebuah rumah, kendaraan juga yang lainnya, tapi tidakkah abii tau itu pasti bisa kita dapatkan dan amii yakin kita bisa mewujudkannya bersama-sama.

Mungkin abii  adalah penganut faham yang mengatakan belum siap menikah apabila belum mapan dari segi materil, abii ingin segalanya perfect saat abii ingin melanjutkan sebuah hubungan ke jenjang pernikahan. Itu wajar, amii tau amii melakukan semua itu karena abii ingin membahagiakan amii. Semua itu memang sangat kita butuhkan, apalagi di era globalisasi seperti ini, dimana persaingan semakin ketat, juga mahalnya biaya hidup baik primer maupun sekunder.

Tapi sampai kapan abii ingim mewujudkan semua itu?semakin lama waktu berjalan, semakin banyak yang akan difikirkan, dan semakin mahal pula biaya hidup yang harus dikeluarkan..tidakkah abii mengerti akan hal itu.
Kita tak pernah tau apa yang akan terjadi dimasa yang akan datang, tapi jika kita mempunyai niat yang baik untuk suatu urusan, amii yakin Allah pasti memberikan kemudahan, apalagi kita mempunyai niat untuk menyempurnakan.

Amii tak bisa menjelaskan dengan detail akanhal itu, amii takut abii akan merasa seolah amii menggurui abii atau mungkin memaksa abii, bukan-bukan itu yang amii mau, amii hanya ingin meluruskan maksud, amii akan tetap menunggu abii. Sampai abii merasa siap. Tapi amii tak mau engkau terus berfikir akan semua materil, karena amii yakin seiring berjalannya waktu kita pasti bisa mewujudkannya bersama-sama.

Banyak orang sukses pada awal ia menikah biasa-biasa saja, tapi karena mereka mau berusaha, bahu membahu dan didampingi oleh istri tercinta, akhirnya mereka bisa mewujudkan cita-citanya.
Untuk itu jangan memaksakan diri untuk segera mewujudkannya, amii tak mau abii sakit, hanya kerena bekerja dan tak mengenal waktu beristirahat.
Abii mengatakan agar amii tak perlu memikirkan dan mengkhawatikan abii, tapi amii tak bisa, karena amii tau sikap abii yang selalu merasa bisa , itu yang amii khawatirkan. Istirahat yang kurang dan tidak beraturan bisa membuat abii sakit, bagaimana bisa amii tidak memikirkan abii? Abii tau..abii adalah semangat amii, separuh dari hidup amii, ada yang kurang jika sehari saja amii tidak memikirkan dan mendengar kabar abii, bagaimana bisa amii melupakan abii jika abii sudah terpatri dalam hati amii.

Mungkin abii tak pernah tau akan hal itu, seberapa besar amii mencintaimu, mengharapkanmu tuk menjadi pendampingku. Menjadi imam untukku juga anak-anakku kelak.
Kadang amii juga merasa heran, mengapa amii begitu menyanjung abii , tak perduli akan yang lain. Abii yang terbaik, segalanya untuk amii.
Sayang amii terus berdoa untuk kita, semoga Allah memberikan kemudahan dan melimpahkan rahmatnya pada kita. Amien….

T E M A N ....

Teman,
kata sederhana yang tidak mudah ditemukan dalam kenyataan

Teman,
tak semua yang dekat bisa berlabelkannya

Teman,
ada kerinduan untuk selalu dapat bertemu dengan sosok sepertinya

Pernahkah kau temukan seseorang yang
senantiasa setia di sisimu
kala kau jatuh dan hilang asa.

Pernahkah kau dapati sesosok makhluk
yang selalu tahan mendengar kisahmu
kala angin membawa berita-berita busuk tentangmu.

Pernahkah handphone berdering di tengah malam,
hanya untuk sebuah kalimat pendek
“Apa Kabar Imanmu Malam ini ?”

Pernahkah kau tangkap butiran air mata
yang disembunyikan, sehabis doa panjang
yang padanya terselip namamu.

Dialah teman sejatimu
salam cinta

sebuah perbedaan yang kelak memisahkan kita, saat ini ataupun nanti..

Kiki : teman, jika mereka lebih baik dari aku, pergilah dan raih kebahagiaanmu bersama mereka. Tapi, jika kamu bersedih
        karena mereka menyakitimu, datanglah ! karena disini masih ada aku yang siap menemani mu dan mendengar
        curhatanmu…

Icha : J jujur, sejujur-jujurnya kamu masih yang terbaik. Pola pikir mereka jauh berbeda dengan pola pikir ku, temen ku
         sekarang adalah temen-temen yang sedang menghibur dunianya yang tidak termakan keadaan, mereka terbawa
         arus emosi sesaat. Tapi pada kenyataannya semua sahabat SAMA , ku tidak penah membedakan kamu dengan
         mereka, karena ku terlahir dari persahabatan kalian (uya, uyung, ity , kiki)

Ity : aku bahagia bersamamu J . aku ingin kita seperti dulu. Mungkin waktu yang membuat kita seperti ini, aku tak ingin
       kau menjauh. Tidak untuk aku butuh, aku datang padamu, tapi setiap saat aku datang untukmu. Dulu memang aku
        salah telah membuat kamu sakit hati, aku minta maaf.. sekarang kamu masih mau jadi sahabat ku kan??

Uyung : kenapa semua keadaan jadi berbeda.. gak pernah sedikitpun terbesit untuk melakukan hal yang menyakitkan .
             maaf beribu-ribu maaf datang dari hati yang tulus untuk semua sikap yang menyakiti.. ku yakin ini semua hanya
             paham yang memberi  jarak antara kita. “maafin uyung ya.. bonsay ini semua cuma salah paham kok. Bonsay
             akan selalu jadi teman terbaik buat uyung , dimanapun dan kapanpun” J

Uya : seribu banyaknya teman yang tuhan berikan padaku, seribu masalah yang kita dapatkan, maka lebih dari seribu
         rasa sayangku pada sahabatku..

Kiki : you are my best friends.. kalian sahabaku selamanya..


Kekuatan Doa

Tidak ada ibadah yang lebih utama bagi lidah setelah membaca Al Qur'an selain dari zikrullah dan menyampaikan segala kebutuhan melalui doa yang tulus kepada Allah. Oleh karena itu doa juga mengandung pengertian meminta, memohon, mengajukan dan mengadukan setiap persoalan dan keinginan hatinya kepada Allah SWT dengan segala kerendahan hati dan penuh pengharapan untuk segera dikabulkan. 

Maka tanamkan dalam hati bahwa ada hal penting yang wajib terpenuhi bagi orang yang berdoa, yaitu:

Rasa tawadhu dan kerendahan hati, suara yang penuh kelembutan sehingga merasakan dalam setiap munajatnya ingatan yang kuat bahwa Allah Zat yang Maha Perkasa dan Maha Mengetahui segala keinginan dan kehendak hamba-Nya. Dalam hadis qudsi diungkapkan: "Sesungguhnya Allah Azza wa Jalla berfirman, "Aku beserta hamba-Ku selagi dia mengingat-Ku dan kedua bibirnya bergerak-gerak menyebut-Ku," (HR. Ahmad dan Ibnu Majah).

Berdoa dengan rasa takut, penuh pengharapan dan keyakinan bahwa Allah akan mengabulkan segala permohonannya. Allah berfirman, "Dan berdoalah kepada-Nya dengan rasa takut dan sungguh-sungguh (berharap akan diterima). Sesungguhnya rahmat Allah sangat dekat kepada orang-orang yang berbuat baik," (QS Al A'rof: 56).

Ada beberapa hal yang harus diperhatikan saat berdoa, yaitu mencari waktu ijabah, seperti: Seusai salat fardhu, "Ditanyakan orang kepada Rosulullah: Ya Rosulullah doa manakah yang sangat didengar oleh Allah? Rosulullah SAW menjawab: yaitu doa di tengah malam dan setelah selesai salat fardhu," (HR. At-Tirmidzy).

Tips Pacaran Yang Islami

Jangan berduaan dengan pacar di tempat sepi, kecuali ditemani mahram dari sang wanita (jadi bertiga)

“Janganlah seorang laki-laki berkholwat (berduaan) dengan seorang wanita kecuali bersama mahromnya…”[HR Bukhori: 3006,523, Muslim 1341, Lihat Mausu’ah Al Manahi Asy Syari’ah 2/102]

“Tidaklah seorang lelaki bersepi-sepian (berduaan) dengan seorang perempuan melainkan setan yang ketiganya“ (HSR.Tirmidzi)

2. Jangan pergi dengan pacar lebih dari sehari semalam kecuali si wanita ditemani mahramnya

“Tidak halal bagi wanita yang beriman kepada Allah dan hari akhir untuk bepergian sehari semalam tidak bersama mahromnya.” [HR Bukhori: 1088, Muslim 1339]

3. Jangan berjalan-jalan dengan pacar ke tempat yang jauh kecuali si wanita ditemani mahramnya

“…..jangan bepergian dengan wanita kecuali bersama mahromnya….”[HR Bukhori: 3006,523, Muslim 1341]

4. Jangan bersentuhan dengan pacar, jangan berpelukan, jangan meraba, jangan mencium, bahkan berjabat tangan juga tidak boleh, apalagi yang lebih dari sekedar jabat tangan

“Seandainya kepala seseorang di tusuk dengan jarum dari besi itu lebih baik dari pada menyentuh wanita yang tidak halal baginya.” (Hadits hasan riwayat Thobroni dalam Al-Mu’jam Kabir 20/174/386 dan Rauyani dalam Musnad: 1283, lihat Ash Shohihah 1/447/226)

Bersabda Rasulullahi Shallallahu ‘alaihi wassallam: “Sesungguhnya saya tidak berjabat tangan dengan wanita.” [HR Malik 2/982, Nasa’i 7/149, Tirmidzi 1597, Ibnu Majah 2874, ahmad 6/357, dll]

5. Jangan memandang aurat pacar, masing-masing harus memakai pakaian yang menutupi auratnya

“Katakanlah kepada orang-orang beriman laki-laki hendaklah mereka menahan pandangannya dan menjaga kemaluannya..” (Al Qur’an Surat An Nur ayat 30)

“…zina kedua matanya adalah memandang….” (H.R. Bukhari, Muslim, Abu Dawud dan Nasa’i)

6. Jangan membicarakan/melakukan hal-hal yang membuat terjerumus kedalam zina

“Dan janganlah kamu mendekati zina, sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji dan suatu jalan yang jelek” (Al Qur’an Surat Al Isra 32)

“Kedua tangan berzina dan zinanya adalah meraba, kedua kaki berzina dan zinanya adalah melangkah, dan mulut berzina dan zinanya adalah mencium.” (H.R. Muslim dan Abu Dawud)

7. Jangan menunda-nunda menikah jika sudah saling merasa cocok

“Wahai para pemuda ! Barangsiapa diantara kalian berkemampuan untuk nikah, maka nikahlah, karena nikah itu lebih menundukan pandangan, dan lebih membentengi farji (kemaluan). Dan barangsiapa yang tidak mampu, maka hendaklah ia puasa (shaum), karena shaum itu dapat membentengi dirinya”. (Hadits Shahih Riwayat Ahmad, Bukhari, Muslim, Tirmidzi, Nasa’i, Darimi, Ibnu Jarud dan Baihaqi).

“Yang paling banyak menjerumuskan manusia ke-dalam neraka adalah mulut dan kemaluan.” (H.R. Turmudzi dan dia berkata hadits ini shahih.)

WARNING:

sebenarnya banyak ulama dan ustadz yang mengharamkan pacaran, misalnya saja ustadz Muhammad Umar as Sewed. jadi sebaiknya segera menikahlah dan jangan berpacaran…

Bagi yang sudah terlanjur berbuat dosa maka bertaubatlah dan jangan putus asa, Allah pasti mengampuni hambanya yang bertaubat dan memohon ampun…
newer post home